Cari Di Sini!

Ingin Kembali Setelah Gugat Cerai, Haruskah Nikah Ulang? PDF Print E-mail
Konsultasi Keluarga
Thursday, 04 August 2016 14:38

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ustadz, saya mau tanya. Saya telah digugat cerai oleh isteri dan sudah ada putusan pengadilan. Tetapi sekarang kami ingin rujuk kembali. Bagaimana caranya, Pak Ustadz? Apakah saya harus nikah ulang atau rujuk kembali tanpa nikah ulang? Meskipun orangtua istri saya tidak setuju, tapi kami berdua sepakat untuk rujuk kembali. Mohon petunjuknya. Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
N -...

 

Jawaban:

 

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.
Saudaraku yang saya hormati, permasalahan yang Anda tanyakan sebenarnya hampir mirip dengan konsultasi serupa yang berjudul "Bila Isteri Menuntut Cerai, Bolehkah Suami- Isteri Bersatu Kembali?". Saya sarankan sebaiknya Anda membaca konsultasi tersebut agar Anda mendapatkan pemahaman yang lebih gamblang tentang hukum seputar gugatan cerai yang dilayangkan isteri, termasuk tentang perbedaan pendapat di kalangan ulama apakah khulu’ termasuk ke dalam katagori thalak ataukah fasakh (pembatalan akad).

 

Di sini, saya hanya fokus pada permasalahan yang Anda tanyakan, apakah Anda dan isteri harus nikah ulang ataukah bisa langsung rujuk tanpa nikah ulang. Meskipun dalam pertanyaan yang Anda sampaikan tidak disebutkan detail putusan pengadilan, apakah keputusan thalak ataukah fasakh yang telah diputuskan hakim, (bila thalak) apakah thalak satu, dua atau tiga, namun dari bahasa Anda sepertinya keputusan yang dijatuhkan hakim adalah keputusan thalak. Bila memang seperti itu, maka hukum yang berlaku adalah hukum thalak pada umumnya.

 

Dalam hal ini, perlu Anda fahami bahwa dalam Islam, thalak terbagi menjadi dua:
  1. Thalak yang di dalamnya suami masih dapat rujuk (kembali) kepada isterinya selama masih dalam masa ‘iddah (masa menunggu) atau masih dibolehkan untuk menikahinya kembali bila masa ‘iddahnya telah habis. Yang termasuk dalam thalak jenis ini adalah thalak ke-1 dan thalak ke-2. Artinya, bila suami menceraikan isterinya untuk pertama kali atau untuk kedua kalinya, maka dia masih dapat kembali (rujuk) kepada isterinya tanpa melalui akad nikah baru, dengan syarat masih dalam masa ‘iddah. Tetapi bila masa ‘iddah-nya sudah habis, kemudian suami ingin kembali lagi, maka harus ada akad nikah baru. Allah swt berfirman: “Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik (QS. Al-Baqarah: 229).

     

  2. Thalak yang di dalamnya suami tidak boleh kembali lagi kepada isteri yang diceraikannya kecuali setelah isterinya itu dinikahi oleh laki-laki lain dengan akad nikah yang sah, bukan dengan akad pura-pura atau yang biasa diistilahkan dengan akad nikah tahlil. Thalak jenis ini disebut dengan thalak ke-3 atau thalak bain kubro. Bila thalak ini terjadi, maka seorang wanita sudah tidak halal lagi bagi suaminya kecuali bila dia telah dinikahi oleh laki-laki lain dengan akad nikah yang sah (Lihat QS. Al-Baqarah [2]: 230).

 

Adapun mengenai ketentuan masa 'iddah adalah sebagai berikut:
  1. Perempuan yang ditinggal mati suaminya, maka iddahnya adalah empat bulan sepuluh hari, baik sang isteri sudah dicampuri (hubungan intim) atau belum (QS. Al-Baqarah [2]: 234).
  2. Istri yang dicerai saat sedang hamil, maka masa iddahnya sampai melahirkan (QS. At-Talaq [65]: 4).
  3. Istri yang ditalak tidak dalam keadaan hamil dan masih haid secara normal, maka masa iddahnya tiga kali haid yang sempurna (QS. Al-Baqarah [2]: 228).
  4. Jika wanita yang dijatuhi talak itu masih kecil, belum mengeluarkan darah haid atau sudah lanjut usia yang sudah manopause (berhenti masa haid), maka iddahnya adalah tiga bulan (QS. At-Thalaq [65]:4).
  5. Wanita yang pernikahannya fasakh/dibatalkan dengan cara khulu’ atau selainnya, maka cukup baginya menahan diri selama satu kali haid.
  6. Wanita yang dicerai-talak sebelum ada hubungan intim, maka tidak ada masa iddah.
Saran saya, lihat dan perhatikan kembali putusan hakim pengadilan. Bila memang seperti yang saya jelaskan di atas, dan ternyata thalak yang diputuskan hakim adalah thalak jenis pertama yang di dalamnya Anda masih bisa rujuk kembali, maka Anda tinggal melihat apakah masa 'iddah isteri Anda masih ada ataukah sudah habis. Bila masih ada, maka Anda bisa rujuk kembali tanpa nikah ulang. Tetapi bila sudah habis, maka Anda harus melakukan pernikahan ulang. Demikian penjelasan saya, mudah-mudahan bermanfaat. Wallaahu A'lam...Fatkhurozi