Imam Masjid Al Aqsha Ingatkan Ancaman Terhadap Al Quds |
|
|
|
|
WartaNews-Yerusalem - Imam Al Aqsa dan Wakil Ketua I Dewan Islam Tertinggi di Yerusalem, Syaikh Yusuf Juma Salameh, mengingatkan soal RUU yang diajukan oleh dua anggota parlemen di Knesset Israel, yang akan menjadikan kota Yerusalem sebagai ibukota Israel dan bangsa Yahudi. "Al Quds (Yerusalem) merupakan kota Arab-Islam sepanjang sejarah dan akan tetap menjadi ibukota negara Palestina," tegas Salameh dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AlYoum7, Sabtu (3/12). Warga kota suci telah menolak penjajah sepanjang sejarah dan akan mengadakan perlawanan dalam waktu dekat, Insya Allah, tambah Salameh Imam masjid al Aqsha mengutuk keputusan otoritas pendudukan Israel untuk sejumlah lembaga di dalam kota suci. Otoritas pendudukan berusaha untuk membersihkan kota dari semua lembaga yang memberikan pelayanan kepada al Quds. Mereka juga ingin menghancuran tokoh agama dan nasional Palestina. Syekh Salameh juga mengingatkan soal rencana busuk bangsa Yahudi terhadap masjid al Aqsha, dengan mengumumkan rencana untuk membangun sinagog (tempat peribadatan YahudiI) di bawah tanah yang dikhususkan untuk tempat ibadah bagi perempuan Yahudi di halaman bawah Buraq. "Skema ini merupakan perpanjangan alami dari upaya Israel untuk mengubah karakter al Aqsa melalui rencana mereka untuk menghancurkan jembatan, Gerbang Mughrabi, yang menghubungkan dinding Buraq dengan Masjid al Aqsha Barat dan menggantinya dengan jembatan kereta api. Otoritas pendudukan Israel bertujuan untuk menghilangkan warisan dan peradaban Islam di sekitar Masjid Al-Aqsa , serta memperluas Lapangan Mughrabi yang berdekatan dengan Tembok Ratapan," jelas Salameh. Salemeh meminta semua pihak, baik lokal, internasional, organisasi hak asasi manusia dan lembaga pelestarian situs arkeologi, sejarah dan agama di dunia, untuk campur tangan guna menghentikan agresi Israel terhadap peradaban dan situs-situs suci Islam. Salameh juga meminta UNESCO memikul tanggung jawab untuk melindungi peradaban Islam di Kota Suci. Terakhir Syeikh Salameh meminta bangsa Arab dan Islam untuk mendukung bangsa Palestina. (*/amh) |
